Buntok Newsbin.Com – Upaya percepatan, penyaluran, pembinaan dan pengawasan atas pengelolaan dana desa bersumber dana ADD dan AD, demikian tema yang diusung Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melalui dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat dan Desa (DSPMD) setempat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2020 di Gedung Jaro Pirarahan Buntok, Selasa (10/03). Newsbin, pada Rabu, 11/03/2020.

Dalam sambutannya Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri menyebutkan bahwa aparatur pemerintah desa sangat rawan terbelit hukum apabila tidak tepat dalam mengelola Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) mengingat Kabupaten Barito Selatan akan menerima Rp 151,5 miliar untuk 86 Desa. “Dengan jumlah tersebut sangat rawan terjadinya ketidak-tepatan pengelolaan keuangan desa oleh aparatur pemerintahan Desa”, sebut Eddy Raya.

Dijelaskanya lagi bahwa tantangan terbesar dalam pengelolaan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa, yakni keterbatasan sumber daya manusia (SDM), karena itu dirinya khawatir jika dana tersebut disalahgunakan. “Kita tidak menutup mata terkait rawannya penyimpangan pengunaan ADD dan DD yang dikelola Desa ini,” katanya.

Agar hal tersebut tidak terjadi, pihaknya menganggap perlu adanya mekanisme kontrol dari masyarakat untuk mengawasi penggunaan ADD dan DD ini. Hal itu agar dana tersebut sesuai dengan peruntukannya, yakni pembangunan di Desa. “Dengan adanya kewenangan tambahan BPD untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepala Desa, terutama dalam hal penggunaan keuangan Desa harus dijalani sunguh-sungguh, termasuk checkand balance meminimalisasi penyalahgunaan keuangan Desa,” Jelasnya.
Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSPMD) Barsel H. Akhmad Haitami, SP., M. Si. mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai sarana sosialisasi tentang penyelenggaraan kegiatan Pemdes, dan pengelolaan keuangan Desa. “Selain itu kegiatan ini juga sebagai sarana penyampaian informasi terkait mekanisme penyaluran DD dan ADD tahun 2020,” demikian dikatakan Haitami dalam laporan kegiatanya.

Haitami menambahkan bahwa kegiatan ini pula sebagai forum silaturahmi bagi seluruh stake holder terkait dalam proses penyaluran, penggunaan, pelaporan dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Desa.
Masih dikatakan Haitami, kegiatan tersebut diikuti seluruh Kades, dan BPD Se-Barito Selatan, semua Camat, Kapolsek, dan seluruh pendamping Desa. “Adapun narasumber dalam rakor ini, yakni Kepala KPPN Buntok, Inspektorat, Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Barito Selatan”. Pungkasnya.
Herman S.

















