Seratus Sembilan Desa Menginginkan Pemekaran Kabupaten Tanah Kambatanglima

Kotabaru Newsbin.Com – Seratus sembilan Perwakilan dari Desa serta 12 Kecamatan Menuntut Pemekaran Kabupaten Baru (Tanah Kambatanglima). Dalam Undangan yang bertanda tangan ada 725 Orang  yang sudah melakukan  tangan akan Menguruk ke DPRD Senin, (24/02). Terkait adanya tuntutan Pemekaran Kabupaten Baru Tanah Kambatanglima (Tanah Kambatanglima) artinya 5 Sungai yang berhubungan di Pegunungan Meratus). Newsbin, pada Kamis, 28/02/2020.

Jainal Arifin menagatakan kepada Newsbin, “Dari Forum Komunikasi Masyarakat Banua Daratan Kalimantan, jadi terkait adanya RDP di Gedung DPRD ini yang melatar belakangi keinginan Pemekaran Wilayah atau Kabupaten Baru, khusus Tanah Kambatanglima sebenarnya hanya menginginkan Pemerataan secara menyeluruh salah satunya, Ingin Pemerataan Pembangunan Ekonomi, Sosial, Pendidikan, Kesehatan, Pemerataan Infrastruktur jalan, serta Pertanian Perkebunan”.

Jadi kalau dilihat seluruh lapisan Masyarakat tidak jauh samalah dengan harapan DPRD, juga DPR Provinsi Kalimantan Selatan, harapannya bagaimana kesejahteraan Masyarakat itu bisa di akomodir dengan baik dan secara merata,.

“Jadi Tanah Kambatanglima itu adalah bahasa Pahuluan (bhs Dayak), adapun wilayah yang akan dimekarkan meliputi Sungai Besar tadi yaitu Sungai Samihin Muara Desa Bakau terus Kepamukan Selatan, Sungai Durian yang bermuara Sungai Durian, Sungai Sampanahan yang bermuara Gunung Batu Besar, Sungai Bangkalaan yang bermuara Sungai Kelumpang Tengah dan Pamukan Utara langsung bermuara Teluk Kelumpang (Cantung), dan Kelumpang Selatan Pantai”. Pungkas Jainal Arifin pada Newsbin.

Drs. DR. H. M. Asbullah. M. Si. juga menambahkan, “Intinya dengan di setujuinya Daerah Otonom baru Tanah Kambatanglima, pertama akan menjadikan Pemerataan, kedua meningkatkan Kesejahteraan dan yang ketiga, dekatnya Pelayanan dalam ke Pemerintahan”.

“Jadi dengan adanya RDP bersama DPRD singkatannya saja merekomendasikan Daerah Otonom baru, Tanah Kambatanglima, selanjutnya nanti setelah rekomendasi dikeluarkan oleh Legislatif, dan Drs. DR. H. M. Asbullah. M. Si, dalam waktu tidak terlalu lama Bupati segera menyetujui, karena disampaikan tadi ada TIM Kajian itu bukan ranahnya disini”. Paparnya.

“Kajian tentang Ekonomi itu nantinya akan turun TIM dari Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, dan itu dilakukan setelah disini disetujui Provinsi DPRD menyetujui dan itu akan di Paripurnakan di DPR-RI, makan TIM dari Otonomi Daerah akan turun ketika akan melakukan Kajian, dan ini sudah menjadi wewenang melakukan Kajian itu”. Ujar Drs. DR. H. M. Asbullah. M. Si.

Jadi terkait Hasil yang disetujui oleh DPRD ini tentunya apa yang dilakukan pada hari ini Bupatipun seirama, sebagaimana Masyarakatnya, Bupati  sebagai Eksikutif harus melaksanakan apa yang di Rekomendasikan oleh Legislatif. 

Demikian hasil Newsbin bersama Ketua Presidium Drs. DR. H. M. Asbullah. M. Si. usai acara RDP yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.

Run Kaperwil Kal-Sel.

“Si Pandai Besi” Bertempur Untuk Bertahan Hidup Di Zaman Serba Robot

Buntok Newsbin.Com – Zulhaidir yang akrab disapa Izul adalah penduduk asli Buntok, pria sederhana kelahiran 1981 kini genap berusia 39 tahun, Tidak seperti teman teman sebayanya, Izul sejak tahun 2004 memilih menjadi pandai besi sebagai profesi yang ia tekuni sehari-hari. Ya 15 tahun Izul merintis dan membesarkan usahanya dengan penuh sabar. Sebuah profesi yang terbilang langka dan tidak banyak diminati lagi di zaman milenial kini, dimana perkekas peralatan makan, masak, pertanian, perkebunan bahkan pertukangan lebih didominasi hasil produksi pabrik besar, Rabu, (26/02). Newsbin, pada Kamis, 28/02/2020.

Menurut Wikipedia Pandai besi atau Tukang besi adalah orang yang pekerjaannya membuat alat-alat dari besi atau baja, seperti alat-alat bertani : cangkul, arit, kapak, pisau, bendho, bapang, maupun senjata-senjata. Seorang tukang besi secara tradisional biasanya bertempat di dekat pasar umum atau pasar hewan, tempat berkumpulnya para petani di Desa.

Usaha pandai besi yang dikelola oleh Sdr. Izul yang terletak di jalan Pahlawan atas (Raut) No. 34, RT. 045/004, Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), cukup dikenal luas di daerah Kota Buntok, dan Sekitarnya. bukan hanya di kualitas produk, tapi harga adalah konsep yang selalu menjadi pertimbangan utama Izul untuk memberikan pelayanan kepada konsumen, usaha dagang jasa pandai besi Izul tanpa papan nama, bahkan sengaja tidak dibuat dengan alasan keterbatasan kemampuan yang dimilikinya.

Izul sempat mengatakan, “Jujur usaha seperti ini sedikit peminatnya, sehingga susah mencari karyawan untuk membantu saya bekerja, dan tanpa papan nama saja saya sudah kewalahan menerima order dari konsumen, apalagi kalau saya pasang papan nama, pastinya akan sangat kewalahan, pada intinya saya mencoba mengukur diri saja”, Ujarnya sambil menunjukan bahan baku membuat parang yakni dari bekas per mobil, dan bearing berukuran besar.

“Banyak produk dari sini yang dikirim keluar daerah Mas, seperti ke Sorong, Aceh, Bandung, dan sekitar Kalimantan Timur, bahkan hingga Kalimantan Barat”. Ujar Izul sambil mempersiapkan api tungku pemanas untuk membakar besi, dan dijadikan berbagai macam perkekas sesuai permintaan konsumen.

“Sekitar tahun 2006 hingga 2012 banyak dari luar daerah memesan Mandau (Senjata khas suku dayak) namun 4 tahun terakhir mulai berkurang pesanan dengan adanya kebijakan pelarangan pengiriman senjata tajam di maskapai penerbangan”.

Padahal 1 Mandau lengkap dengan aksesorisnya laku dipasaran antara 2 juta hingga 2,5 juta rupiah, kini Permintaan membuat parang, pisau lengkap dengan gagang, dan sarunganya sekitar 100 sampai 200 ribu tergantung bahan, dan design nya, perkekas rumah tangga, dan lain-lain cukup banyak dipesan masyarakat.

“Ya itulah pasang surut dalam bisnis hal yang lumrah terjadi termasuk usaha pandai besi ini.” Tambah Izul.

Saat Team Newsbin menanyakan adakah bantuan dari Pemerintah Daerah untuk usaha yang ditekuninya..??? “Alhamdulillah ada bahkan sampai sekarang tungku pemanas ini lengkap adalah bantuan Pemerintah Daerah Kab. Barsel, oh ya, tempat untuk menempa besi ini juga adalah hibah dari Pemerintah Daerah, tapi sudah lama ya, sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu lah”. Jelasnya Izul sambil tersenyum.

“Saya yakin pekerjaan ini akan tetap eksis sampai puluhan tahun yang akan datang, mengapa..??? Karena manusia cenderung mengulang kembali kebiasaan atau tradisi masa lalu meskipun zaman berganti begitu cepat, seperti tran berpakaian lah (fashion)”. Ungkapnya dengan perasaan optimis.

“Suatu saat nanti profesi ini akan diminati, ditekuni oleh generasi muda akan datang sehingga banyak inovasi, kreasi baru yang bisa dikembangkan, hingga karya mereka yang memaksa orang untuk menyukai, membelinya seperti menambahkan corak Khas Suku Dayak misalnya, dalam membuat parang, pisau, mandau, serta peralatan rumah tangga lainya, sentuhan klasik (classic) tersebut bisa membuat pasar baru, dan menciptakan konsumen baru”. Papar seorang ASN yang setia memesan peralatan rumah tangga di tempat Izul, yang juga kebetulan nimbrung berbincang dengan Team Investigasi.

“Dinas Perindustrian, dan perdagangan setempat mestinya jeli melirik home industri seperti pandai besi milik Izul ini, kalau Pemerintah Daerah ikut campur dengan memberikan sentuhan baik dana berupa bantuan peralatan, juga bisa memberikan pelatihan, keterampilan khusus dengan cara membantu biaya kaji banding atau magang ke daerah lain yang berada di Indonesia, yang sudah piawai memadukan etnik kedalam produk mereka seperti Jawa, Bali, misalnya, katakan seperti corak batik di setiap pisau atau parang di Jawa. Juga barang souvenir seperti sarung, dan baju kaos khas Bali yang mereka jual, akhirnya menjadi entitas (red-sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik, dan berbeda dari lainya), dan kemudian menjadi brand yang bernilai jual tinggi, ini sangat membantu ekonomi masyarkat kita yang bergerak di sektor home industri atau UKM”. Ditambah kan seorang ASN pelanggan Izul yang tidak bersedia di cantum kan namanya.

“Cukup inisial M sajalah, takut jadi viral nanti”. sambil tertawa, dan berlalu kembali ke tempat kerjanya.

Herman S.

Terjadi lagi..!!! 3 Rumah Warga, Dan 2 Gedung Walet Ludes Diamuk Sijago Merah Di Dusun Luwir

Buntok Newsbin.Com – Dusun Luwir Desa Muara Singan RT. 06 Kecamatan Gunung Bintang Awai Kabupaten Barito Selatan sontak panik ketika api dengan cepat membakar 3 buah rumah dan 2 bangunan gedung walet sekitar pukul 13.15 WIB, Senin (24/02). Newsbin, pada Rabu, 27/02/2020.

Kapolres Barsel AKBP Devy Firmansyah S.I.K melalui Kapolsek Gunung Bintang Awai IPTU Rahmat Saleh Simamora, SH, MH menyampaikan kronologis musibah kebakaran tersebut, “Pada hari Senin tanggal 24/02 sekitar pukul 13.15 WIB, saksi pertama AN. Hikmah sedang tiduran di ruang keluarga di Depan TV bersama saksi 2 orang AN. Ana Mahrita, tiba-tiba terdengar suara kretak-kretak yang biasanya biji karet jatuh di atap rumah, dan mencoba meihat kedapur ternyata terlihat dinding dapur terbakar bersama jaringan listrik stop kontak lebih kurang 1,5 M2, setelah melihat hal tersebut saksi AN. Hikmah kemudian berteriak, dan mengambil air bersama Kakaknya yang kini sebagai saksi ke 2, bergegas keluar rumah untuk meminta bantuan”.

IPTU Rahmat juga menambahkan, “Kemudian Saudara Ono, dan Aidil membantu memadamkan dengan alat seadanya, namun api makin membesar karena cuaca panas, dan angin kencang, sehingga dalam sekejab rumah korban saudari Hikmah habis dilalap Sijago Merah, merembet kerumah tetangga milik S, dan J. Api menjalar ke rumah korban saudara Ono, sehingga Api menghanguskan 3 buah rumah serta 2 bangunan Walet. Mobil pemadam Kebakaran dari Ampah Kecamatan Dusun Tengah sebanyak 2 unit datang sekitar setengah jam pasca kejadian, dan disusul oleh mobil Pemadam Kebakaran dari Buntok. Api berhasil dijinakan sekitar pukul 15.00 WIB” Terangnya kepada Team Newsbin.

Akibat musibah kebakaran tersebut, dan kerugian materil diperkirakan sekitar 300 jutaan, dan beruntung tidak ada korban jiwa. Sementara sumber api sendiri dikatakan oleh Rahmat “Sumber kebakaran diketahui dari rumah saudari Hikmah, dan adapun penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak polisi”. tandasnya.

Herman S.

LIBURAN IRIT, SATU LAGI SURGA TERPENDAM DI SELATAN SUKABUMI

Sukabumi Newsbin.Com – Mengeksplor wisata alam di Kabupaten Sukabumi seolah tidak ada habisnya. Wilayah yang masuk dalam Provinsi Jawa Barat ini memang memiliki pesona keindahan Alam yang Luar biasa. Newsbin, pada Selasa, 25/02/2020.

Salah satu pilihan wisata Baru yang muncul di Kabupaten Sukabumi Adalah Obyek wisata Curug Cijengkol yang terletak di Kampung Rawaece, Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi.

Air terjun ini berjarak tempuh kurang lebih 8 km dari kantor Kecamatan Cidadap dan kurang lebih sekitar 70 km dari pusat Kota Sukabumi.

Curug Cijengkol merupakan salah satu air terjun di selatan Kab. Sukabumi dengan ketinggian kurang lebih 120 meter. berada di Curug Cijengkol sangat mengesankan, suguhan udara segar dan panorama alam yang indah membuat betah setiap pengunjung.

“Ada sembilan curug (Air Terjun) di di Kampung Rawa Ece, Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, dan Curug Cijengkol ini salah satunya” jelas Kepala Desa Hegarmulya Rosidin, Saat ditemui, Selasa (25/02/2020)

Rosidin menjelaskan bahwa penataan kawasan Curug tengah dilakukan dimana pembangunan sarana dan akses penunjang Curug Cijengkol di intervensi dari Program Peningkatan Partisipasi Kecamatan (P3K) dan swadaya masyarakat.

“Saat ini kami belum menentukan tarif, jadi masyarakat masih bisa bebas dan leluasa datang ke tempat ini” ajaknya

Curug Cijengkol yang dikelilingi hutan menambah asri dan indah, lelahnya perjalanan ketempat itu akan terbayar dengan keindahan lukisan alam yang menawan

Selain keindahan Curug Cijengkol, banyak kearifan lokal yang dapat dikembangkan untuk memaksimalkan potensi wisata.

“Desa Hegarmulya ini kaya akan potensi alam. di sini masih banyak satwa seperti Monyet, lutung, Muka, elang, Landak dan ayam hutan, selain itu peninggalan kebudayaan Sunda Kuno masih sangat kental di Desa kami,” ungkapnya

Intinya, Tambah Rosidin, Dirinya akan terus mengembangkan wisata tersebut untuk mensejahterakan masyarakatnya

“Sesuai tema RPJMD Pemerintah Kabupaten Sukabuni 2020 yaitu pembangunan berbasis Kawasan, kami akan melakukan pemberdayaan masyarakat, mulai dari penataan kawasan, pembinaan UMKM, dan mendorong sektor sektor lainnya” pungkas Kades Hegarmulya itu.

Red Newsbin.

DORONG AKUNTABILITAS PUBLIK, 84 ASN IKUT BIMTEK PENYUSUNAN LAPORAN KINERJA

Sukabumi Newsbin.Com – Dari unsur Badan/ Dinas, sebdan Kecamatan sebanyak 84 peserta mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Kinerja Perangkat Daerah yang diselenggarakan di Bumi Atikan Cibadak selama 4 hari dari tanggal 25 s/d 28 Februari 2020. Newsbin, pada Selasa, 25/02/2020.

Bimtek tersebut dibuka langsung oleh Asisten Sekda Administrasi Umum, H. Didi Supardi yang mewakili Sekretaris Daerah H. Iyos Somantri.

Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas, dan fungsi setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran yang setidaknya mencakup pengukuran, evaluasi serta hasil analisis kinerja

Dalam sambutannya tertulisnya, Sekda menyatakan bahwa berdasarkan Perpres 29 tahun 2014 tentang SAKIP (sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah).

“Tujuan Laporan kinerja adalah untuk memberikan informasi terkait kinerja yang telah dicalai yang disampaikan secara tertib, jelas dan terukur kepada pemberi mandat”. Jelasnya.

Selanjutnya dikatakan, Laporan Kinerja juga merupakan upaya perbaikan berkelanjutan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya. “Hal tersebut sangat penting, karena menyangkut transfaransi, amanah, dan akuntabilitas publik”.

Red Newsbin.

CIKARANG MIDANG MAWA HAREPAN, BUPATI “KEMBANGKAN IDE KREATIFITAS, DORONG POTENSI DESA”

Sukabumi Newsbin.Com – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami membuka bazar tradisional Desa Cikarang tahun 2020. Bazzar bertema “Cikarang Midang Mawa Harepan” tersebut diselenggarakan di halaman Kantor Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Newsbin, pada Selasa, 25/02/2020.

H. Marwan Hamami beserta rombongan disambut antusias warga sekitar, pagelaran upacara adat Sunda, dan paduan suara PKK Desa Cikarang menjadi jadi pementasan pembuka.

Menurut Bupati, kegiatan tersebut dapat mendorong potensi yang ada di desa. “Masyarakat tinggal memanfaatkan kreatifitas dan ide untuk mengembangkan potensi di desa. Makanan tradisional itu didorong dan dikemas, sehingga masyarakat tertarik,” ujarnya

Bupati juga terus mendorong berbagai potensi di Kabupaten Sukabumi. Terutama dari sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata.

“Kita ingin mendorong kesejahteraan masyarakat. Makanya berbagai potensi dari sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata terus digenjot,” ucapnya.

Seperti halnya di Kalapanunggal didorong dengan vanilinya. Apalagi kadar minyaknya cukup bagus.

“Sekarang juga ada permintaan dari industri mengenai tanaman kelor. Potensi ini bisa dimanfaatkan warga selatan Sukabumi. Apalagi berdasarkan kajian, menanam kelor bagus di selatan Kabupaten Sukabumi. Tanaman tersebut banyak manfaatnya,” jelasnya

Maka dari itu, menjadi petani akan lebih baik dan besar nilai ke depannya. Apalagi dengan dorongan dari pemerintah. “Kita ingin mengubah mindset masyarakat Sukabumi agar tidak menjadi pekerja,” terangnya.

Perbaikan infrastruktur juga tak kalah penting, karena infrastruktur bagus akan meningkatkan perekonomian dan lainnya di setiap wilayah. “Kita terus dorong infrastruktur untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Sejauh ini sudah 85 persen infrastruktur bagus di Kabupaten Sukabumi,” paparnya.

Kepala Desa Cikarang, Atam mengatakan, bazar tersebut diselenggarakan untuk mendorong perekonomian warga. “Di sini ada yang bisa kerajinan dan lainnya. SDMnya sudah ada tinggal dorongannya,”

Atam juga mengatakan bahwa kedatangan Bupati Sukabumi akan memotivasi warga sekitar. Terutama dalam mendorong potensi di Desa Cikarang.

H. Marwan Hamami mendapatkan cenderamata dari Kepala Desa Cikarang berupa sejumlah kerajinan asal wilayah tersebut. Selanjutnya, Bupati bersama rombongan meninjau stand bazar tradisional Desa Cikarang.

Red Newsbin.

GAP DAN GBS TINGKATKAN PEMAHAMAN PROGRAM RESPONSIF GENDER

Sukabumi Newsbin.Com – Berjumlah 50 peserta Focal Point Pengarustamaan Gender dari Perangkat Daerah Se-Kabupaten Sukabumi mengikuti Bimbingan Teknis Gender Analisys Pathway (GAP), dan Gender Budget Statement (GBS), di Hotel Santika Sukabumi, Selasa (25/02/2020).

Acara dibuka oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi ini, dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 25 s/d 26 Februari.

Diungkapkan Metty Setiawati selaku Sekertaris pada DP3A, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi terhadap perencanaan, penganggaran program kegiatan yang reponsif gender melalui metode GAP, dan GBS.

“Mudah mudahan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman para focal point perangkat daerah terhadap penyusunan GAP dan GBS untuk di jadikan acuan dalam proses perencanaan dan penganggaran program kegiatan yang responsif gender di Kab. Sukabumi” Harapnya.

Sementara itu, Sekda menyampaikan kesenjangan gender masih menjadi isu yang banyak diperbincangkan masyarakat dunia. Hal ini disebut sebut sebagai salah satu penghambat kemajuan suatu Negara atau wilayah.

“Untuk itu, kita harus terus berupaya mewujudkan kebijakan perencanaan dan penganggaran responsif gender, sehingga pembangunan yang kita laksanakan dapat dirasakan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi”. Ungkapnya.

Lebih lanjut Sekda menambahkan, isu gender tidak membahas persoalan tentang perbedaan jenis kelamin dan masalan orientasi seksual.

“Isu gender adalah isu yang membahas tentang perbedaan perbedaan peran status, tanggung jawab dan fungsi perilaku laki laki dan perempuan yang merupakan konstruksi sosial, bukan didasarkan pada perbedaan biologisnya, oleh karena itu, hendaknya kita tidak salah kaprah dalam memahami tentang kesetaraan gender”. Jelasnya.

Sekdapun berharap bimbingan teknis ini mampu menjadi salah satu solusi untuk meminimalisasi kesenjangan gender didalam masyarakat, sehingga Kabupaten Sukabumi dapat mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di berbagai sektor pembangunan demi tercapainya Kabupaten Sukabumi yang lebih baik, mandiri dan religius.

Red Newsbin.

LOMBA SISWA BERKONSTITUSI, DAN ACHIEVEMENT DAYS, WABUP “MEMBANGUN PENDIDIKAN SANGAT PENTING”

Sukabumi Newsbin.Com – Sebanyak 157 peserta dari berbagai Sekolah di Kab. Sukabumi mengikuti Lomba Siswa Berkonstitusi antar SMA, dan MA tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan di SMAN 1 Palabuhanratu, Sabtu, (22/02). Newsbin, pada Selasa, 25/02/2020.

Lomba yang dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Drs. H. Adjo Sardjono MM. tersebut, mengusung tema “Dengan Kegiatan Lomba Siswa Berkonstitusi Antar Siswa SMA dan MA se Kabupaten Sukabumi Kita Tingkatkan Jabar Juara”.

Adapun tujuan kegiatan adalah mengaktualisasikan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, penerapan sikap disiplin, tanggung jawab, motivasi serta mendorong kreativitas Siswa, dan meningkatkan pemahaman Siswa tentang konstitusi.

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan Kabupaten Sukabumi harus maju dan terus membangun bidang pendidikan karena sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat. “Anak-anak kita harus memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk membangun dirinya, lingkungan juga membangun Indonesia, kita akan menjadi negara besar nanti di tahun 2045” jelasnya

Menurut Wabup, Karena pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi artinya jumlah penduduk Indonesia itu sebagian besar berada pada usia produktif mayoritas di atas 65%. “Pengembangan SDM menjadi sangat penting dalam kemajuan pembangunan” pungkasnya

Usai menghadiri Lomba Siswa Berkonstitusi, Wakil Bupati Sukabumi selanjutnya membuka Achievement Days SDIT Insan Cendekia Palabuhanratu. “Dengan semangat islami kita gali potensi minat dan bakat peserta didik untuk terwujudnya generasi, cerdas, soleh kreatif, mandiri dan peduli lingkungan” menjadi tema kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sukabumi Drs. H. Adjo Sardjono MM. Memberikan anugerah tahfidz Qur’an kepada 100 orang anak yang di wakili oleh 4 orang anak.

Red Newsbin.

Ditreskrimsus Polda Kalteng Bekuk Pelaku Ujaran Kebencian

Palangka Raya Newsbin.Com – Rupanya menggunakan medsos secara sembarangan bisa mengantarkan kita ke hotel prodeo. Apalagi kalau yang kita posting mengandung pelanggaran SARA, ujaran kebencian, atau hasutan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Newsbin, pada Selasa, 25/02/2020.

Terbukti, baru-baru ini Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) berhasil membekuk pelaku tindak pidana ujaran kebencian. Penangkapan pelaku terkait erat dengan kasus pengeroyokan oleh oknum Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) di Kotawaringin Timur.

Pada hari Jum’at (21/02) Ditreskrimsus Polda Kalteng Subdit Cyber Polda Kalteng berhasil membekuk tersangka ujaran kebencian tersebut di atas.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombespol Hendra Rochmawan, S.I.K., MH, dalam press release tadi pagi (Senin, 24/02/2020) menyampaikan, “Tersangka AS (26) diringkus oleh tim Cyber Polda Kalteng yang dipimpin oleh Kanit Cyber, Kompol Zepni Aska. Pelaku dibekuk di Bali pada hari Jumat (21/02/2020), ini berkat kerja sama tim Subdit Ciber Polda Kalteng, Subdit Siber Poda Bali, dan Subdit Ciber Polda Kaltim.”

Dalam press release tersebut Kabid Humas Polda Kalteng Kombespol Hendra Rochmawan, S.I.K, MH didampingi oleh Dirreskrimsus Kombespol Pasma Royce, S.I.K., SH, dan Kanit Subdit Cyber Ditreskrimsus Kompol Zepni Aska. Press release diadakan di Aula Ditreskrimsus Polda Kalteng.

Kabidhumas menambahkan, “Tersangka dengan sengaja, karena kemarahannya, mengunggah sebuah konten ujaran kebencian yang dilakukan di Jember dan Lumajang pada tanggal 12 dan 13 Februari 2020 melalui akun facebook yang bernama Adis Ashter.”

Karena perbuatannya AS, pemudaJember ini dikenai undang-undang ITE, seperti yang termaktub pada pasal 45 ayat 2 Junto pasal 28 ayat 2 Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun dan denda 1 miliar.

Eman Supriyadi.

Waldi Mahendra Gelar Konser Perdana Di Mengkatip Menghibur Pendukungnya, Dan Masyarakat Dusun Hilir

Buntok Newsbin.Com – Kepulangan kontestan perwakilan Kalimantan Tengah di ajang LIDA Indosiar 2020, Waldi Mahendra disambut meriah dan penuh sukacita, Desa Mahajandau Senin, (24/02). Newsbin, pada Selasa, 25/02/2020.

Kapolsek Dusun Hilir Ipda Susanto, S.H mengalungkan bunga untuk menyambut Waldi di pelabuhan Camat Dusun Hilir bersama Guru SMAN-1 Dusun Hilir juga turut serta guru SMPN-1 Dusun Hilir bersama murid-muridnya, demikian disampaikan Kapolsek Dusun Hilir. “Kita dari jajaran Polsek Dusun Hilir setelah mengetahui rencana kepulangan saudara Waldi ke Mahajandau berkoordinasi dengan Camat dan Desa untuk mengawal hingga tiba di Mengkatip dan membantu pengamanan kegiatan konser nanti sampai selesai.”

Masih dikatakan IPDA Susanto, “Mas Waldi sejak dari Buntok penjemputan dikawal oleh anggota Polsek Dusun Hilir dan sesuai agenda Waldi akan menghibur masyarakat Mahajandau dan sekitarnya dengan melaksanakan konser perdananya di lapangan SMAN-1 Dusun Hilir jam 14.00 WIB dilanjutkan malam jam 20.00 WIB untuk menghibur warga masyarakat Mahajendau dan mengkatip yg dilaksanakan oleh para relawan Waldi dari kecamatan Dusun Hilir,” Tambah Kapolsek Dusun Hilir IPDA Susanto, SH.

Waldi Mahendra terpaksa menunda untuk wujudkan impian menjadi top 1 setelah tersenggol di Top 56 grup 7 merah Liga Indonesia (LIDA) 2020. Waldi Mahendra adalah salah satu peserta LIDA Indosiar 2020 perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng), tepatnya berasal dari Desa Mahajandau, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan.

Cita-cita menjadi penyanyi terkenal di tanah air tidak surut meski harus tersingkir di kompetisi bergengsi LIDA Indosiar. Perjuangannya sangat berat menuju Jakarta dan itu sudah cukup membuat warga Barito Selatan merasa bangga.

Berbekal juara pertama pada Festival Dangdut Karangtaruna 4 Kabupaten Barsel Bulan September tahun 2019 lalu Waldi cukup berani bertarung ditingkat nasional dan usaha itu berbuah manis wajah tampannya sempat menghiasi layar kaca nasional dalam ajang bergengsi Indosiar, dan Waldi akan terus mengembangkan bakat dan kemampuan nya di dunia tarik suara hal ini disampaikan Waldi saat dibincangi Team Newsbin.

“Saya akan tetap berjuang dijalur tarik suara dengan mengikuti ajang atau even baik lokal maupun nasional, guna terus mengembangkan potensi yang saya miliki.” Tutur Waldi.

“Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Barito Selatan dan Kalimantan Tengah atas semua dukungan kemaren dan saya berharap apabila saya berkesempatan di lain waktu agar terus memberikan dukungannya.” Bravo Waldi..!!!
Terus berkarya untuk harumkan Negeri dengan bakat, dan kemampuan yang kamu miliki.

Herman S.

Design a site like this with WordPress.com
Get started